a

Armadodi SE MM

Selasa, 04 November 2014

Kota Padang Panjang Bersiap Mengejar Ketertinggalan


 Kota Hujan : Bersiap Mengejar Ketertinggalan      
Gunuang Marapi

Implementasi e-government di Kota Padang Panjang tak “secanggih” di kota-kota lainnya di Indonesia. Namun, sejumlah program mulai dirancang untuk mengejar ketertinggalan.

Mampir ke Kota Padang Panjang. Di sana, Anda dijamin tak bakal kesulitan mencari makanan enak. Rumah-rumah makan bertebaran di seluruh penjuru kota. Setiap hari, khususnya malam hari, tempat-tempat seperti, Sate Mak Syukur, Sate Saiyo, RM Gumarang, Restoran Gumarang, martabak kubang, RM Uni Len Simpang Ampek Gunuang, RM Bunda, bika Koto Baru, jaguang goreng, pregedel jaguang, bakso muslim dan yang lainnya ramai dikunjungi orang yang berburu makanan. Menu apa pun tersedia: soto Padang, Sate Padang, ikan bakar, sampai seafood yang menggugah selera. 

Namun, keadaannya sungguh jauh berbeda jika Anda ingin mencari warung internet (warnet). Sulit sekali menemukan warnet di sepanjang jalan pusat Kota Padang Panjang. Ketika Anda coba menanyakan ke sejumlah orang di jalan, kebanyakan mereka akan mengernyitkan dahi atau menggelengkan kepala. Bahkan, sebagian dari mereka tak paham benar apa itu warnet.  Boleh jadi kondisi itu menyiratkan betapa teknologi informasi (TI) kurang begitu populer di mata masyarakat kota Padang Panjang.

Padahal, di kota-kota lainnya seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Tanggerang, Sragen dan kota-kota lainya di Jawa Tengah masyarakatnya cukup familier dengan TI. Mengenai hal ini, Armadodi, SE, MM (c) pengamat dan pemerhati dari STIE Trianandra Jakarta dan juga praktisi pendidikan tak menampik bahwa penggunaan TI di Kota Padang Panjang masih belum menjamur. “Masyarakat sebagia besar baru sebatas mengenal, malah banyak yang tidak tahu. Kondisi tersebut patut disayangkan. Pasalnya, sebagai kota yang letaknya strategis, udaranya sejuk, masyarakatnya ramah, pusat pendidikan agama Isam, kota yang terkenal kota kuliner Sumatera Barat, Padang Panjang mengemban banyak fungsi. Di antaranya,  selain kota yang menjalankan fungsi pemerintahan, pusat pelayanan kebutuhan sosial, ekonomi masyarakat, kota pendidikan, serta pusat pertumbuhan ekonomi, perdagangan, keuangan.

Khusus mengenai pelayanan pada dunia bisnis, Armadodi mengamati belum banyak layanan yang disediakan oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang. Maka, tak heran jika para pebisnis pun belum memanfaatkan layanan TI dari pemerintah. Selain fasilitas layanannya masih terbatas, ungkap Armadodi, ada juga masalah pengetahuan masyarakat tentang sadar TI belum tinggi.


Rencanakan Membangun SIMTAP !

Menyadari hal itu, Pemkot
Padang Panjang tak mau tinggal diam. Beberapa langkah pembenahan harus dilakukan, baik yang berkaitan dengan layanan publik dan dunia usaha maupun bagi internal pemkot. Menurut Armadodi, ada baiknya Pemerintah Padang Panjang merancang beberapa program yang menjadi prioritas untuk direalisasikan. Untuk dunia usaha, khususnya yang berhubungan dengan masalah perizinan, pemkot segera membangun Sistem Informasi 

Manajemen Pelayanan Satu Atap (SIMTAP). Sistem ini dibangun hendaknya sebagai bentuk komitmen pihak pemkot untuk lebih memudahkan dan mempercepat proses perizinan. Selama ini, jelas Armadodi, kalangan dunia usaha yang ingin mengurus izin HO, reklame, trayek, industri, dan jenis usaha bisnis lainnya masih harus datang ke dinas-dinas terkait. Dengan adanya SIMTAP, nanti pengurusan izin terlokalisasi hanya di satu tempat. Layanan ini juga sebagai bentuk pengintegrasian pelayanan perizinan bagi investor lokal, dalam negeri dan asing, sehingga diharapkan dapat lebih sederhana, cepat, mudah, murah, terbuka, baku, efisien, dan ekonomis. Untuk mempersiapkan sistem ini, pihak Infokom, Pemkot Padang Panjang mengajukan anggaran dana sekitar lebih kurang 300 juta. Dana ini, urai Armadodi, sebagian besar akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur TI. Dan, untuk memuluskan proses pelaksanaan SIMTAP, Armadodi menyarankan, dan merekomendasikan melakukan studi banding ke Kabupaten Sragen. Alasannya, Sragen dinilai cukup berhasil dalam memberikan layanan satu atap kepada masyarakatnya.

Layanan lain yang diharapkan mampu menarik investor adalah pembentukan Padang Panjang Bisnis Forum (PPBF). Layanan ini merupakan wadah kemitraan antara pemkot, masyarakat, dan dunia usaha yang berfungsi sebagai forum komunikasi, fasilitator, mediator kegiatan bisnis dan investasi.
Selain pembenahan bagi layanan publik, sistem internal pemkot pun mulai dibenahi. Ini dimulai dengan membangun sistem intra-net yang menghubungkan antar dinas di lingkungan Pemkot Padang Panjang. Sebagai tahap awal, sistem yang diperkirakan biayanya tidak lebih Rp.70 juta “Dengan dibangunnya sistem ini, berharap komunikasi dan koordinasi di internal pemkot menjadi lebih mudah dan cepat,” ujar Armadodi.

Layanan Masyarakat
Meski penerapan e-government di Pemkot Padang Panjang masih tergolong lambat, saat ini setidaknya terdapat beberapa layanan publik yang bisa diunggulkan. Di antaranya adalah penyediaan website Pemkot. Di dalam website tersebut terdapat menu-menu yang menyajikan beragam informasi yang lumayan lengkap. Mulai dari profil Kota Padang Panjang dan organisasi pemerintahan, info layanan (masyarakat, umum, dan bisnis), info data yang memuat data tentang pelayanan kesehatan,  lembaga pendidikan, ada juga menu kotak saran dan produk hukum. 

Sebagai saluran informasi, website yang dikelola Pemkot Padang Panjang terbilang cukup baik. Namun, Armadodi mengingatkan agar pihak pemkot terus mengeksplorasi apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat Kota Padang Panjang. Tujuannya agar fungsi website dapat lebih optimal karena mampu mengakomodasi keluhan atau masukan-masukan dari masyarakat. “Pada intinya, e-government itu pelayanan, dan masyarakat adalah customer yang harus selalu dilayani,” terang Armadodi yang bersedia sharing untuk memajukan kampung halaman.

Berkaitan dengan layanan, selain penyediaan website, Pemkot Padang Panjang juga telah menyediakan layanan “KTP gratis”  bagi warganya?  Layanan ini diluncurkan jika tidak salah lebih kurang sejak tiga tahun yang lalu. Bagi masyarakat yang ingin memperpanjang atau membuat KTP, pihak pemkot menjanjikan prosesnya hanya memakan waktu satu-dua hari. Padahal sebelum adanya layanan ini, proses pembuatan KTP terkadang bisa memakan waktu satu minggu. Selain KTP, layanan bidang kependudukan yang disediakan pemkot secara gratis adalah pembuatan Kartu Keluarga (KK). Sementara untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Listrik, Air Pam pihak pemkot belum dilengkapi dengan pembayaran secara cashless atau melalui ATM. “Ke depan, kami berharap bisa memperluas saluran pembayaran tersebut dengan memperbanyak ATM bersama dari sisi mitra kerja maupun cara pembayarannya,” ungkap Armadodi.    

Sesungguhnya kemauan pihak pemkot untuk memperluas pelayanan bagi masyarakatnya mulai terasa. Namun, tentu saja keberhasilan implementasi e-government membutuhkan lebih dari sekadar penetapan rencana strategis. Armadodi mengharapkan penerapan e-government di Kota Padang Panjang mendapatkan dukungan penuh, baik dari pihak eksekutif maupun legislatif. Bentuk dukungan yang dimaksud, di antaranya, berupa pengembangan program e-government yang masuk ke dalam tiga besar program pemkot yang menjadi prioritas, penyediaan anggaran yang memadai, serta penambahan dan peningkatan kualitas SDM bidang TI. Jika hal-hal tersebut bisa dipenuhi, bukan tak mungkin e-government mampu melengkapi keunggulan-keunggulan yang dimiliki Kota Padang Panjang. Ujung-ujungnya, kota berpenduduk  lebih dari empat puluh ribu jiwa ini benar-benar layak menjadi salah satu kota yang di anggap maju menerapkan e-government.
Oleh : Arsa Al Kayyis








Selasa, 28 Oktober 2014

Cara Download YouTube Tanpa Software

Langkah Cara Download YouTube Tanpa Software adalah sebuah pelajaran penting yang tidak ada di dalam buku atau kerikulum sekolah. Hahaha. Apalagi jika sobat adalah seorang Youtuber Maniak. Ini sangat penting sekali. 
Tapi tenang saja, cara download Youtube ini 100% berhasil. Apalagi jika Anda sudah terbiasa melakukannya, paling cuma butuh waktu sekitar 1-2 menit, kemudian tinggal tunggu prosesdownload video nya hingga selesai..Tapi jika Anda ingin download melalui software IDM, silahkan baca Cara Download Youtube di Android
 
Oke, tidak perlu terlalu banyak basi-basi. Langsung kita praktekan saja ya.
 
1. Buka video dari Youtube.com yang ingin didownload. Misalhttp://www.youtube.com/watch?v=3o2jAMadTQU.
 




Cara Download Youtube Tanpa Software


2. Setelah itu tambahkan huruf "ss" pada link (alamat URL) situs youtube tersebut dan hilangkan " http:// " nya pada address bar browser Anda , sehingga menjadiwww.ssyoutube.com/watch?v=3o2jAMadTQU. Kemudian enter.





3. Nah, sekarang secara otomatis Anda sudah dibawa ke situs savefrom.net. Silahkan lihat di bagian sebelah kanan, ada pilihan format video, seperti FLV 240p,  MP4 360p,  MP4 720p, WebM 360p,  3GP 144p, 3GP 240p. Silahkan diklik sesuai dengan keinginan.




Cara Download Youtube
Sumber : http://lechainnayati.blogspot.com/

Rabu, 22 Oktober 2014

Contoh Proposal Usaha Kecil Menengah

Berikut bisa anda simak contoh sistematika penyusunan sebuah proposal usaha :

BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang uraian singkat tapi jelas tentang latar belakang pendirian usaha/ perusahaan, bagaimana konsep usaha yang nanti akan dijalankan, apa visi dan misi dalam pendirian usaha tersebut serta tujuan utama kenapa anda harus mendirikan usaha tersebut.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN
Berisi tentang seputar data perusahaan kita seperti nama perusahaan yang kita dirikan, jenis usaha atau bergerak dibidang apa, bentuk badan usahanya, lokasi tempat usaha atau mungkin juga bisa dilengkapi dengan foto- foto penunjang yang berhubungan dengan usaha anda semisal foto gedung/ kantor/ tempat usaha anda, gambar denah lokasi tempat usaha dari google map, dll.

BAB III STRUKTUR ORGANISASI
Tak kenal maka tak sayang. Slogan ini mungkin juga berlaku di dunia usaha. Para investor atau penanam modal biasanya akan mempelajari terlebih dahulu siapa saja yang berperan di dalam usaha ini seperti nama pemilik, kualifikasi keterampilan dan pendidikan apakah sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan, berapa orang yang berperan di dalam usaha ini dan berapa jumlah karyawannya. Masing-masing orang akan diuraikan nama, deskripsi pekerjaan dan kemampuan yang dimiliki.

BAB IV PRODUK USAHA
Berisi informasi singkat dan jelas tentang produk usaha anda, meliputi jenis produk dan macan produknya, peralatan yang dibutuhkan dapan pembuatan produk tersebut, bahan baku pembuatan produk, pembuatan produk, serta apa kelebihan atau keunggulan produk anda jika dibandingkan dengan produk lain yang sejenis.

BAB V ASPEK PEMASARAN
Aspek pemasaran ini meliputi banyak hal dan bisa terus di perluas. Diantaranya yang bisa digolongkan dalam bab ini yakni :

Target dan segmentasi pasar. Berisi tentang target dan segmen yang hendak kita capai dari usaha yang akan anda jalankan. Biasanya ditunjang dengan data lapangan pendukung tentang keadaan pasar. Selain itu, di bagian ini pula kita bisa menguraikan target pendapatan yang kita inginkan terutama jika proposal usaha ini bertujuan untuk pengembangan usaha dengan penambahan modal.

Faktor kompetitif. Biasanya berisikan tentang hasil survey kompetitor usaha anda. Berapa banyak orang yang mendirikan usaha sejenis dengan usaha anda, apa kekurangan dan kelebihan para kompetitor usaha anda, berapa banyak produk sejenis dipasaran, apa kelebihan dan kekurangan dari produk-produk kompetitor termasuk tentang harga produk kompetitor dan lain- lain.

Rencana penjualan. Berisi tentang strategi promosi dan pemasaran produk anda. Bagian ini sangat penting, karena maju atau tidaknya suatu usaha kuncinya tertletak di bagian ini. Semakin bagus penjualannya maka otomatis usaha anda pun juga semakin maju dan berkembang.

BAB VI  RENCANA KEUANGAN
Bagian ini sangat penting sekali dalam pembuatan sebuah proposal usaha, karena biasanya secara umum tujuan proposal usaha itu dibuat adalah untuk mendapatkan tambahan modal usaha khususnya bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Di sini akan kita uraikan rencana keuangan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ini atau untuk pengembangan usaha, seperti misalnya kebutuhan investasi, kebutuhan modal kerja, sumber modal, perhitungan arus kas, biaya kebutuhan bahan baku, biaya karyawan serta berbagai alat produksi yang dibutuhkan, proyeksi laba/ rugi serta estimasi BEP (balik modal).

BAB VII  PENUTUP
Biasanya berisi kesimpulan serta potensi usaha yang akan/ sedang anda jalankan.

BAB VIII  LAMPIRAN
Di bagian lampiran ini akan kita sertakan bukti apa saja yang mendukung usaha ini seperti
- Denah atau lokasi tempat usaha tersebut dijalankan.
- Surat-surat pendirian usaha, surat perjanjian atau surat keterangan aparat setempat
- Identitas Pemilik seperti KTP, NPWP dan lain sebagainya.

6 Penyebab Gagal Bersaing

Berikut ini  6 Penyebab Gagal Bersaing, semoga bermanfaat.

file Armadodi
1. LAMBAN
Seringkali yg membuat sebuah bisnis gagal bersaing krn LAMBAT UNTUK BERUBAH. Pebisnis lamban merespon perubahan karakter konsumen ataupun lamban merespon pergerakan pesaing. Ketika pesaing makin menambah strateginya tp kita tdk melakukan apa2, maka pada akhirnya bisnis kita akan tertinggal jauh dr pesaing.

2. TANPA INOVASI
Si pebisnis tdk pernah melakukan inovasi misalnya tdk pernah menambah fitur baru, tdk pernah memperbaiki kualitas, tdk pernah memperbaiki layanan ataupun tdk pernah menambah produk baru. Ini penyebab banyak pebisnis gagal bersaing.

3. TIDAK TAHU MAUNYA KONSUMEN
Nah! Seringkali pebisnis SOK TAHU ttg konsumen, tp sebenarnya tdk pernah mendengar langsung apa yg sebenarnya konsumen inginkan. Ketika pebisnis tdk tahu apa sebenarnya keinginan konsumen, kemungkinan besar produk kita tdk akan diterima oleh konsumen, krn memang tdk sesuai dgn apa maunya konsumen.

4. TIDAK PUNYA TIM
Menjalankan sbuah BISNIS sendirian, tdk ada tim, tdk ada orang yg ahli utk mengembangkan produk atau bisnis. Biasanya ini mjd penyebab BISNIS kita gagal bersaing.

5. TIDAK KONSISTEN PROMOSI
Penyebab lain BISNIS gagal bersaing, yaitu krn si pemilik BISNIS tdk konsisten melakukan PROMOSI. Gencar hanya ketika diawal saja.

6. TIDAK BELAJAR DARI KESALAHAN
Hal yg seringkali kita lakukan tanpa kita sadari.

Selasa, 14 Oktober 2014

Kesadaran Membangun SDM

Yudhanti Dwi Lestari


Lebih dari 25 tahun yang lalu, saat berkuasa, Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad sadar betul pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dia pun mengirim puluhan ribu sarjana mengambil gelar S-2 dan S-3 ke berbagai negara maju. Hal serupa juga dilakukan China. Tidak sampai 10 tahun,lulusan terbaik itu sudah siap mengisi perekonomian negara. Hasilnya Anda bisa lihat sekarang. BUMN di negara itu dipimpin orang-orang hebat, demikian pula perusahaan swasta dan birokrasinya. Perubahan bukan hanya sampai di situ.
Orang-orang muda yang kembali ke negerinya secara masif me-reform sistem pendidikan. Tradisi lama yang terlalu kognitif dibongkar. Old ways teaching yang terlalu berpusat pada guru dan papan tulis,serta peran brain memory (hafalan dan rumus) yang dominan mulai ditinggalkan. Mereka membongkar kurikulum, memperbaiki metode pengajaran, dan seterusnya.Tak mengherankan kalau sekolahsekolah di berbagai belahan dunia pun mulai berubah. Di negeri Belanda saya sempat terbengong-bengong menyaksikan bagaimana universitas seterkenal Erasmus begitu mudah menerima mahasiswa.

”Semua warga negara punya hak untuk mendapat pendidikan yang layak, jadi mereka yang mendaftar harus kami terima,” ujar seorang dekan di Erasmus. Beda benar dengan universitas negeri kita yang diberi privilege untuk mencari dan mendapatkan lulusan SLTA yang terbaik. Seleksinya sangat ketat. Lantas bagaimana membangun bangsa dari lulusan yang asal masuk ini? ”Mudah saja,” ujar dekan itu. ”Kita potong di tahun kedua. Masuk tahun kedua, angka drop out tinggi sekali. Di sinilah kita baru bicara kualitas, sebab walaupun semua orang bicara hak, soal kemampuan dan minat bisa membuat masa depan berbeda,”ujarnya. Hal senada juga saya saksikan hari-hari ini di Selandia Baru. Meski murid-murid yang kuliah sudah dipersiapkan sejak di tingkat SLTA, angka drop out mahasiswa tahun pertama cukup tinggi.Mereka pindah ke politeknik yang hanya butuh satu tahun kuliah. Yang lebih mengejutkan saya adalah saat memindahkan anak bersekolah di tingkat SLTA di Selandia Baru.

Sekolah yang kami tuju tentu saja sekolah yang terbaik, masuk dalam 10 besar nasional dengan fasilitas dan guru yang baik. Saya menghabiskan waktu beberapa hari untuk mewawancarai lulusan sekolah itu masing-masing, ikut tour keliling sekolah, menanyakan kurikulum dan mengintip bagaimana pelajaran diajarkan.
Di luar dugaan saya,pindah sekolah ke sini pun ternyata begitu mudah. Sudah lama saya gelisah dengan metode pembelajaran di sekolah-sekolah kita yang terlalu kognitif, dengan guruguru yang merasa hebat kalau muridnya bisa dapat nilai ratarata di atas 80 (betapapun stresnya mereka) dan sebaliknya memandang rendah terhadap murid aktif, namun tak menguasai semua subjek.

Potensi anak hanya dilihat dari nilai, yang merupakan cerminan kemampuan mengopi isi buku dan catatan. Entah di mana keguruan itu muncul kalau sekolah tak mengajarkan critical thinking. Kita mengkritik lulusan yang biasa membebek, tapi tak berhenti menciptakan bebek-bebek dogmatik.
Kalau lulusannya mudah diterima di sekolah yang baik di luar negeri,mungkin guruguru kita akan menganggap sekolahnya begitu bagus. Mohon maaf, ternyata tidak demikian. Jangankan dibaca, diminta transkrip nilainya pun tidak. Maka jangan heran, anak dari daerah terpencil pun di Indonesia, bisa dengan mudah diterima di sekolah yang baik di luar negeri.

Bahkan tanpa tes. Apa yang membuat demikian? ”Undang-undang menjamin semua orang punya hak yang sama untuk belajar,” ujar seorang guru di Selandia Baru. Lantas, bukankah kualitas lulusan ditentukan input-nya? ”Itu ada benarnya, tapi bukan segala-galanya,” ujar putra sulung saya yang kuliah di Auckland University tahun ketiga. Maksudnya,tes masuk tetap ada,tetapi hanya dipakai untuk penempatan dan kualifikasi. Di tingkat SLTA, mereka hanya diwajibkan mengambil dua mata pelajaran wajib (compulsory) yaitu Matematika dan Bahasa Inggris. Pada dua mata pelajaran ini pun mereka punya tiga kategori: akselerasi, rata-rata, dan yang masih butuh bimbingan.

Sekolah dilarang hanya menerima anakanak bernilai akademik tinggi karena dapat menimbulkan guncangan karakter pada masa depan anak, khususnya sifat-sifat superioritas, arogansi, dan kurang empati. Mereka hanya super di kedua kelas itu, di kelas lain mereka berbaur. Dan belum tentu superior di kelas lain karena pengajaran tidak hanya diberikan secara kognitif. Selebihnya, hanya ada empat mata pelajaran pilihan lain yang disesuaikan dengan tujuan masa depan masing-masing. Bagi mereka yang bercita- cita menjadi dokter, biologi dan ilmu kimia wajib dikuasai.

Bagi yang akan menjadi insinyur wajib menguasai fisika dan kimia. Sedangkan bagi yang ingin menjadi ekonom wajib mendalami accounting, statistik,dan ekonomi. Anak-anak yang ingin menjadi ekonom tak perlu belajar biologi dan fisika. Beda benar dengan anak-anak kita yang harus mengambil 16 mata pelajaran di tingkat SLTA di sini, dan semuanya diwajibkan lulus di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM). Bayangkan, bukankah cita-cita pembuat kurikulum itu orangnya hebat sekali? Mungkin dia manusia super. Seorang lulusan SLTA tahun pertama harus menguasai empat bidang sains (biologi,ilmu kimia, fisika, dan matematika), lalu tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Inggris, dan satu bahasa lain), ditambah PPKN, sejarah, sosiologi, ekonomi, agama, geografi, kesenian, olahraga, dan komputer.

Hebat sekali bukan? Tidak mengherankan kalau sekolah menjadi sangat menakutkan, stressful, banyak korban kesurupan, terbiasa mencontek, dan sebagainya. Harus diakui kurikulum SLTA kita sangat berat. Seperti kurikulum program S-1 20 tahun lalu yang sejajar dengan program S-1 yang digabung hingga S-3 di Amerika.
Setelah direformasi, kini anak-anak kita bisa lulus sarjana tiga tahun. Padahal dulu butuh lima tahun. Dulu program doktor menyelesaikan di atas 100 SKS, sehingga hampir tak ada yang lulus. Kini seseorang bisa lulus doktor dalam tiga tahun. Anda bisa saja mengatakan, dulu kita juga demikian, tapi tak ada masalah kok!
Di mana masalahnya? Masalahnya, saat ini banyak hal telah berubah. Teknologi telah mengubah banyak hal, anakanak kita dikepung informasi yang lebih bersifat pendalaman dan banyak pilihan, tapi datang dengan lebih menyenangkan. Belajar bukan hanya dari guru, melainkan dari segala resources. Ilmu belajar menjadi lebih penting dari apa yang dipelajari itu sendiri,sehingga diperlukan lebih dari seorang pengajar, yaitu pendidik. Guru tak bisa lagi memberikan semua isi buku untuk dihafalkan, tetapi guru dituntut memberikan bagaimana hidup tanpa guru, lifelong learning.

Saya saksikan metode belajar telah jauh berubah. Seorang guru di West Lake Boys School di Auckland mengatakan, ”Kami sudah meninggalkan old ways teaching sejak 10 tahun lalu. Maka itu, sekolah sekarang harus memberikan lebih banyak pilihan daripada paksaan. Percuma memberi banyak pengetahuan kalau tak bisa dikunyah. Guru kami ubah,metode diperbarui,fasilitas baru dibangun,” ujar seorang guru.
Masih banyak yang ingin saya diskusikan,tapi sampai di sini ada baiknya kita berefleksi sejenak. Untuk apa kita menciptakan sekolah dan untuk apa kita bersekolah? Mudahmudahan kita bisa mendiskusikan lebih dalam minggu depan dan semoga anak-anak kita mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Penulis : RHENALD KASALI Ketua Program MM UI

Pengikut

Padang Panjang

WELCOME TO PADANG PANJANG CITYLah pandai mimin bahaso Inggerih kiro e, aa sanak di Padang Panjang marapeklah mari sanak

Dikirim oleh Video Seputar Minang pada 19 Maret 2016